![]() |
| Bollard Bitt |
Bollard Bitt Pondasi Keamanan Maritim Nusantara
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (archipelagic
state), Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau dan garis pantai terpanjang
kedua di dunia. Kondisi geografis ini menempatkan sektor maritim, khususnya
pelabuhan dan dermaga, pada posisi strategis sebagai urat nadi ekonomi,
logistik, dan konektivitas nasional.
Di tengah hiruk pikuk aktivitas bongkar muat kapal kargo
raksasa, kapal tanker, hingga feri penumpang, terdapat satu komponen
infrastruktur yang sering luput dari perhatian namun memegang peran vital dalam
menjaga keselamatan dan kelancaran operasional pelabuhan: Bollard Bitt (Bitt
Bollard).
Apa itu Bollard Bitt?
Bollard Bitt (sering disebut Bitt Bollard) adalah tiang atau
pilar penambat yang terpasang secara permanen di tepi dermaga atau pelabuhan.
Fungsinya sangat krusial sebagai titik ikatan (anchorage) untuk tali tambat
(mooring lines) kapal. Benda ini dirancang untuk menahan gaya tarik horizontal yang
sangat besar (bisa mencapai ratusan ton) yang ditimbulkan oleh kapal akibat
angin, arus, dan gelombang saat bersandar.
Bollard Bitt terbuat dari baja/ besi cor yang dilengkapi
dengan anchor bolt atau baut angkur. Tipe material yang digunakan kualitas
tinggi dan sangat kuat, mengingat objek yang ditambatkan adalah kapal. Biasanya
dibuat dengan tingkat/ kapasitas penambatan mulai dari puluhan hingga ratusan
ton agar mampu menahan pergerakan kapal. Pada proses finishingnya, bollard diberi lapisan tambahan
untuk memperpanjang masa pakai/ mencegah timbulnya karat berlebih.
Pemasangannya sendiri dilakukan dengan cara diangkur pada lantai sisi dermaga.
![]() |
| Bollard Bitt |
Fungsi Utama dan Keunggulan Bollard Bitt
Bollard Bitt, atau tiang penambat, adalah salah satu elemen
infrastruktur dermaga yang paling vital dan esensial. Meskipun terlihat
sederhana, fungsinya sangat krusial dalam menjaga keamanan dan kelancaran
operasional maritim.
A. Fungsi Utama Bollard Bitt
1. Titik Penambatan Statis: Fungsi utamanya adalah menyediakan
titik pengikatan yang kuat dan andal bagi tali tambat (mooring lines) kapal.
Ini memungkinkan kapal dapat berlabuh dan sandar dengan aman di sisi dermaga.
2. Menahan Gaya Tarik (Load Resistance): Bollard dirancang
secara struktural untuk menahan beban tarik horizontal yang masif, yang timbul
akibat faktor-faktor eksternal, seperti:
- Angin Kencang: Tekanan angin pada lambung kapal.
- Arus Laut: Gaya dorong arus pada badan kapal.
- Gelombang dan Pasang Surut: Pergerakan vertikal dan lateral
kapal.
3. Menjaga Stabilitas Kapal: Dengan menahan gaya-gaya tersebut,
bollard memastikan kapal tetap pada posisi yang telah ditentukan selama proses
bongkar muat, pengisian bahan bakar, atau perbaikan, sehingga aktivitas
pelabuhan berjalan tanpa gangguan dan risiko kecelakaan.
4. Memfasilitasi Manuver: Bollard berfungsi sebagai titik
referensi penting bagi awak kapal saat melakukan manuver sandar dan lepas
sandar.
B. Keunggulan Bollard Bitt
Bollard bitt menawarkan beberapa keunggulan spesifik, seperti:
1. Kekuatan dan Kapasitas Beban Tinggi
Bollard modern dibuat
dari material kuat seperti baja cor (Cast Steel) atau besi cor nodular (Ductile
Iron), memungkinkannya menahan beban kerja nominal (WLL) mulai dari 10 ton
hingga lebih dari 200 ton. Keandalan ini menjadikannya pilihan utama untuk
dermaga yang melayani kapal kargo dan tanker besar.
2. Daya Tahan Jangka Panjang
Material logam berkualitas tinggi
dan pelapis anti-korosi (seperti galvanizing atau pengecatan khusus) menjamin
ketahanan terhadap lingkungan laut yang sangat korosif (garam dan kelembapan),
sehingga meminimalkan biaya perawatan dan memperpanjang umur pakai
infrastruktur dermaga.
3. Desain Sederhana dan Efisien
Desain bitt yang umumnya
vertikal dan melengkung memungkinkan tali diikat dengan cepat dan aman, serta
mencegah tali mudah terlepas atau tergelincir saat menahan beban ekstrem.
4. Instalasi yang Terjamin
Bollard dipasang menggunakan baut
angkur (anchor bolts) khusus yang ditanam jauh ke dalam pondasi beton dermaga,
memastikan bahwa daya tahan bollard sekuat daya tahan pondasinya.
Pemilihan bollard yang tepat dan sesuai kapasitas adalah
investasi kritis yang secara langsung meningkatkan keamanan, efisiensi, dan
reputasi operasional pelabuhan.
![]() |
| Bollard Bitt |
Material Bollard Bitt: Perimbangan Kekuatan dan Ketahanan
Korosi
Kekuatan dan daya tahan sebuah Bollard Bitt sangat
bergantung pada material baku yang digunakan, mengingat tugasnya menahan gaya
tarik yang masif dalam lingkungan maritim yang sangat korosif. Material utama
yang dominan digunakan dalam fabrikasi bollard adalah kelompok baja dan besi
cor.
1. Besi Cor Ulet (Ductile Cast Iron)
- Keunggulan: Material ini adalah salah satu pilihan paling
populer. Ductile Iron (contoh grade ASTM A536) memiliki kekuatan tekan yang
sangat baik, dan yang terpenting, ia memiliki tingkat keuletan (duktilitas)
yang lebih tinggi dibandingkan besi cor abu-abu (Grey Cast Iron). Ini berarti
material ini tidak mudah getas dan lebih tahan terhadap benturan serta dapat
menahan defleksi kecil tanpa retak di bawah beban ekstrem. Ia juga menawarkan
ketahanan korosi alami yang baik.
- Aplikasi: Cocok untuk dermaga yang melayani kapal dengan
tonase kecil hingga menengah, serta area dengan variasi pasang surut yang
ekstrem.
2. Baja Cor (Cast Steel)
- Keunggulan: Cast Steel (contoh grade ASTM A27) merupakan
pilihan terbaik untuk bollard berkapasitas sangat tinggi (100 ton ke atas).
Material ini unggul dalam hal kekuatan tarik dan ketahanan benturan (impact resistance) yang superior. Sifat
ini menjadikannya sangat andal dalam menahan beban kejut (misalnya, saat kapal
tiba-tiba bergerak karena gelombang besar).
- Aplikasi: Pilihan utama untuk terminal peti kemas besar,
pelabuhan curah, dan dermaga yang melayani kapal heavy-duty (kapal kargo besar
dan tanker).
3. Perlindungan Anti-Korosi
Mengingat paparan air laut, kekuatan material saja tidak
cukup. Bollard hampir selalu dilengkapi dengan sistem pelapisan pelindung untuk
memperpanjang usia pakai:
- Cat Marine Grade: Penggunaan sistem coating multi-lapis
(seperti Epoxy Primer dan Polyurethane Topcoat) sangat penting untuk melindungi
permukaan bollard dari korosi, abrasi, dan kerusakan akibat sinar UV.
- Galvanisasi: Beberapa komponen, terutama baut angkur (anchor
bolts), sering digalvanisasi (Hot-Dip Galvanized) untuk perlindungan karat yang
maksimal.
Pemilihan material harus selalu didasarkan pada perhitungan
rekayasa terperinci, menyesuaikan kapasitas beban bollard dengan jenis dan
ukuran kapal yang dilayani sesuai dengan standar internasional seperti PIANC.
![]() |
| Bollard Bitt 50T |
![]() |
| Bollard Bitt 100T |
![]() |
| Bollard Bitt 150T |
Ukuran Bollard Bitt: Ditetapkan oleh Kapasitas Beban
Ukuran fisik (dimensi) bollard bitt tidak ditetapkan oleh
angka tunggal, melainkan merupakan fungsi langsung dari Kapasitas Beban Kerja
Nominal (Nominal Working Load Limit atau WLL) yang harus ia tahan. Dalam
konteks pelabuhan, “ukuran” bollard identik dengan berapa ton
kekuatan tarik yang mampu ia tangani dengan aman.
1. Kapasitas Beban (Ukuran Utama)
Kapasitas Bollard Bitt merupakan parameter ukuran yang
paling penting. Bollard ini diproduksi dalam rentang kapasitas yang luas untuk
mengakomodasi berbagai jenis dermaga dan ukuran kapal:
- Kapal Kecil/Feri/Dermaga Rekreasi: Umumnya menggunakan
kapasitas 5 Ton hingga 15 Ton.
- Kapal Kargo Menengah/Domestik: Paling sering menggunakan
bollard berkapasitas 25 Ton, 35 Ton, dan 50 Ton.
- Kapal Besar (Heavy Duty): Digunakan untuk terminal peti
kemas, tanker, atau kapal curah, dengan kapasitas 70 Ton, 100 Ton, 150 Ton,
hingga 200 Ton atau lebih.
2. Dimensi Fisik (Tinggi dan Diameter)
Dimensi fisik bollard akan meningkat seiring dengan
peningkatan kapasitas bebannya. Pabrikan merancang dimensi ini secara
proporsional berdasarkan perhitungan rekayasa struktural untuk memastikan
material tidak gagal pada beban nominalnya:
- Tinggi (Overall Height): Berkisar antara 500 mm hingga 1.500
mm (0,5 meter hingga 1,5 meter) dari permukaan dermaga, tergantung pada
kapasitas. Semakin besar kapasitas, semakin tinggi dan kokoh pilar bollard
tersebut.
- Diameter Pilar/Kepala: Diameter pilar utama juga akan
membesar secara signifikan, dari sekitar 200 mm hingga 400 mm atau lebih, untuk
memberikan permukaan kontak yang cukup bagi tali tambat dan menahan tekanan
tanpa deformasi.
- Dimensi Dasar (Base Plate): Ukuran pelat dasar (tempat baut
angkur) juga melebar untuk mendistribusikan beban tarik yang tinggi ke dalam
pondasi beton dermaga secara efektif.
3. Komponen Pendukung Ukuran
Ukuran bollard juga ditentukan oleh baut angkur (Anchor
Bolts) yang digunakan. Semakin besar kapasitas bollard (misalnya 100 Ton),
semakin banyak dan semakin besar diameter baut angkur yang dibutuhkan
(misalnya, 4 atau 6 baut M48 hingga M60) untuk mentransfer gaya tarik ke dalam
struktur dermaga dengan aman.
Pemilihan ukuran bollard harus didasarkan pada studi
hidrodinamika yang memperhitungkan ukuran kapal terbesar, kondisi arus, dan
kecepatan angin maksimum di lokasi dermaga tersebut.
![]() |
| Tabel Bollard Bitt |
Aplikasi dan Perawatan Bollard Bitt
Bollard Bitt adalah komponen krusial yang digunakan di
berbagai fasilitas maritim. Namun, agar fungsinya optimal dan tahan lama,
bollard memerlukan aplikasi yang tepat serta jadwal perawatan yang teratur.
I. Aplikasi (Penggunaan) Bollard Bitt
Aplikasi bollard ini ditentukan oleh jenis fasilitas dan
fungsi operasional dermaga:
A. Pelabuhan Niaga (Kargo dan Peti Kemas)
Digunakan untuk menambatkan kapal kargo, kapal peti kemas
(container ships), dan kapal bulk carrier berkapasitas sangat besar (biasanya
memerlukan bollard berkapasitas 50 Ton hingga 200 Ton).
B. Terminal Khusus (Minyak dan Gas):
Digunakan untuk menambatkan kapal tanker (minyak, LNG, LPG).
Di sini, stabilitas sangat penting untuk menghindari kebocoran. Bollard harus
memiliki kapasitas sangat tinggi dan jarak penempatan yang diatur ketat sesuai
standar keselamatan industri (misalnya OCIMF).
C. Dermaga Feri dan Penumpang:
Menambatkan kapal feri atau cruise ship. Kapasitas bollard
bervariasi tergantung ukuran kapal, tetapi biasanya lebih rendah dari terminal
kargo. Kecepatan dan kemudahan pengikatan tali karena kapal sering masuk dan
keluar (fast turnaround).
D. Galangan Kapal dan Dermaga Perbaikan
Digunakan sebagai titik tambat saat kapal sedang diperbaiki
atau dalam proses konstruksi.
II. Perawatan (Maintenance) Bollard Bitt
Perawatan yang efektif memastikan bollard mencapai umur
pakai yang panjang dan beroperasi sesuai kapasitas nominalnya. Perawatan
terbagi menjadi inspeksi rutin dan tindakan korektif:
A. Inspeksi Rutin (Harian/Mingguan)
- Pengecekan Visual: Periksa kondisi fisik bollard dari
keretakan, deformasi, atau lekukan yang terlihat pada bodi pilar atau pelat
dasar.
- Kondisi Pelapisan: Periksa adanya pengelupasan serius pada
cat anti-korosi. Kerusakan kecil pada coating dapat menyebabkan karat yang
menyebar luas (korosi) jika dibiarkan.
- Kebersihan: Pastikan tidak ada kotoran, minyak, atau sisa
tali yang mengeras di sekitar kepala bollard yang dapat mengganggu pengikatan
tali.
B. Inspeksi dan Perawatan Periodik (Bulanan/Tahunan)
- Pemeriksaan Baut Angkur (Anchor Bolts): Ini adalah bagian
paling penting. Periksa kekencangan semua baut angkur. Beban tarik yang
berulang dapat melonggarkan baut, mengurangi kemampuan bollard menahan beban.
Baut yang longgar harus segera dikencangkan kembali sesuai spesifikasi torsi.
- Koreksi Korosi: Jika ditemukan korosi yang signifikan, area
tersebut harus diamplas (dibersihkan) dan diaplikasikan ulang sistem pelapisan
pelindung (repainting) sesuai standar marine grade untuk menghentikan
penyebaran karat.
- Pemeriksaan Pondasi: Amati area beton di sekitar pelat dasar
bollard. Retakan pada beton dapat mengindikasikan bahwa bollard telah mengalami
beban berlebihan atau pondasi telah melemah, memerlukan evaluasi teknik sipil
lebih lanjut.
Perawatan yang disiplin terhadap bollard bitt sangat penting
karena kegagalan satu bollard di tengah operasi sandar-menyandar dapat
mengakibatkan bencana maritim dan kerugian finansial yang besar.
![]() |
| Bollard Bitt |
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bollard Bitt
1. Apa itu Bollard Bitt?
Jawab: Bollard Bitt adalah tiang penambat yang terbuat dari
logam kokoh (besi atau baja cor) yang dipasang permanen di tepi dermaga.
Fungsinya adalah sebagai titik pengikatan utama untuk tali tambat kapal.
2. Mengapa disebut “Bitt”?
Jawab: Istilah “Bitt” merujuk pada pilar atau
tiang yang digunakan untuk menambatkan tali. Istilah ini sering digunakan
bergantian dengan “Bollard” dalam konteks infrastruktur penambatan.
3. Terbuat dari bahan apa Bollard Bitt yang umum?
Jawab: Umumnya terbuat dari Besi Cor Ulet (Ductile Iron)
atau Baja Cor (Cast Steel), karena material ini memiliki kekuatan dan ketahanan
yang tinggi terhadap tekanan dan korosi di lingkungan laut.
4. Siapa yang menentukan ukuran Bollard Bitt yang akan
dipakai?
Jawab: Ukuran (kapasitas beban) ditentukan oleh insinyur
kelautan/pelabuhan berdasarkan perhitungan hidrodinamika yang mempertimbangkan
ukuran kapal terbesar, arus, dan angin maksimum di lokasi dermaga.
5. Apakah Bollard Bitt bisa berkarat?
Ya, karena terbuat dari logam dan terpapar lingkungan laut
yang korosif. Oleh karena itu, Bollard harus dilapisi dengan cat anti-korosi
(marine grade) yang tebal dan dirawat secara berkala.
![]() |
| Bollard Bitt |
Kesimpulan: Pilar Keandalan Infrastruktur Maritim
Bollard Bitt jauh lebih dari sekadar tiang besi statis; ia
adalah pilar keandalan yang tak tergantikan dalam sistem operasional pelabuhan
global, terutama bagi negara maritim seperti Indonesia. Fungsinya yang krusial
sebagai titik penambatan utama memastikan kapal, baik feri, tanker, maupun
kapal kargo raksasa, tetap stabil dan aman saat bersandar, menahan gaya tarik
masif dari arus, angin, dan gelombang.
Pemilihan material yang tepat, seperti Baja Cor (Cast Steel)
atau Besi Cor Ulet (Ductile Iron), dan desain yang sesuai (misalnya Tee Head
atau Double Bitt) harus didasarkan pada perhitungan rekayasa detail sesuai
Kapasitas Beban Kerja Nominal (WLL) yang dibutuhkan. Kapasitas ini bisa
mencapai ratusan ton, menjadikannya investasi struktural yang vital.
Produsen Bollard Bitt Berkualitas dengan Harga Terjangkau
Jangan biarkan infrastruktur dermaga Anda menjadi titik
lemah dalam rantai logistik. Dalam lingkungan maritim yang serba dinamis dan
penuh tantangan korosi, kualitas Bollard Bitt Anda adalah penentu utama
keamanan operasional.
Kami memahami bahwa Anda tidak hanya membeli tiang besi,
melainkan berinvestasi pada jaminan kekuatan dan keandalan.
Mengapa memilih Bollard Bitt Mahameru Putra Mandiri Perkasa?
- Standar Mutu Internasional: Kami menyediakan Bollard Bitt
yang terbuat dari Cast Steel atau Ductile Iron bersertifikasi, dengan WLL
teruji, siap menahan beban ekstrem dari kapal terbesar Anda.
- Solusi Custom: Kami menawarkan berbagai desain (Tee Head,
Double Bitt, dll.) yang dapat disesuaikan tepat dengan kebutuhan kapasitas
tonase dan mooring layout dermaga Anda.
- Pelapisan Anti-Korosi Terbaik: Setiap produk kami dilapisi
sistem coating marine grade yang superior, menjamin ketahanan korosi jangka
panjang dan meminimalkan biaya perawatan Anda.
Jangan Tunda! Kegagalan bollard berakibat fatal. Lindungi
investasi Anda dan pastikan operasional pelabuhan berjalan mulus tanpa risiko.
Hubungi tim kami hari ini untuk konsultasi gratis dan
dapatkan penawaran harga terbaik untuk Bollard Bitt berkapasitas tinggi, sesuai
kebutuhan anda.
Selain dari Bollard Bitt, Mahameru Putra Mandiri Perkasa juga memproduksi Bollard Curve, Bollard Tee, Bollard Staghorn hingga anchor bolt galvanis.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri karet konstruksi serta aksesoris pelabuhan. Kami memproduksi segala jenis produk karet dan cast iron yang beragam dengan kualitas material serta harga yang kompetitif.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen. Informasi dan permintaan penawaran terbaik hubungi kami :
Email : mahameruputramandiri@gmail.com
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-


.webp)

.webp)




.webp)
.webp)
