dateModified 11-11-2025
![]() |
| Bollard Dermaga |
Peran Penting Bollard Dermaga di Pelabuhan – Pelabuhan Sulawesi Tengah
Apa itu Bollard Dermaga?
Secara umum, Bollard Dermaga (sering disebut tiang tambat) merupakan
struktur pasif yang dirancang secara spesifik untuk menerima, menahan, dan
mentransfer gaya tarik (tegangan) dari tali tambat (mooring lines) kapal ke
dalam fondasi struktural dermaga. Biasanya, bollard terbuat dari material
berkekuatan tinggi seperti Besi Tuang (Cast Iron) atau Baja Tuang (Cast Steel)
yang dipasang secara permanen pada dermaga, pier, atau jetty.
Bollard Dermaga adalah bagian integral dari perlengkapan
dermaga (fendering and mooring system) dan harus dirancang sesuai dengan
standar pelayaran dan teknik sipil internasional untuk memastikan keamanan
kapal yang berlabuh.
![]() |
| 3D Bollard Bitt |
![]() |
| 3D Bollard Curve |
Fungsi Penting Bollard Dermaga di Pelabuhan Donggala
Bollard Dermaga, yang sering terlihat sebagai tiang logam
sederhana di tepi dermaga, memiliki fungsi yang sangat penting dan multifaset
dalam operasional dermaga. Bollard merupakan komponen utama dalam sistem
penambatan (mooring system) yang menjamin keselamatan kapal, fasilitas dermaga,
dan kelancaran logistik.
Fungsi utamanya adalah sebagai titik jangkar permanen di
mana tali tambat (mooring lines) dari kapal dililitkan. Ini bertujuan untuk
mengamankan kapal agar tetap pada posisi yang telah ditentukan selama proses
bongkar muat kargo atau saat menunggu jadwal pelayaran.
Peran vital bollard terletak pada kemampuannya untuk menahan
dan mentransfer gaya tarik (tegangan) yang sangat besar. Gaya tarik ini berasal
dari kekuatan alam, seperti dorongan angin kencang, arus laut, dan ombak yang
menekan lambung kapal yang masif. Bollard harus mampu menyerap gaya tersebut,
yang dapat mencapai ratusan ton (sesuai dengan rating SWL – Safe Working Load),
dan mendistribusikannya secara aman ke dalam struktur fondasi dermaga.
Tanpa bollard yang memadai dan berkapasitas tinggi, kapal
berisiko terlepas dan hanyut tak terkendali. Hal ini dapat menyebabkan
kerusakan parah pada kapal itu sendiri, fasilitas pelabuhan (seperti crane),
atau bahkan menabrak kapal lain, memicu kerugian ekonomi dan keselamatan yang
besar. Singkatnya, bollard menjamin stabilitas mutlak kapal, yang merupakan
prasyarat dasar bagi efisiensi dan keamanan pelabuhan modern.
![]() |
| Bollard Dermaga |
Jenis-Jenis Bollard Dermaga dan Fungsinya
Bollard Dermaga biasanya terbuat dari besi tuang (cast iron)
atau baja tuang (cast steel) dan dirancang untuk menahan beban tarik yang
sangat besar (diukur dalam SWL – Safe Working Load). Desain kepala bollard
sangat penting karena memengaruhi cara tali tambat (mooring line) dililitkan
dan didistribusikan bebannya.
1. Bollard Bitt (Straight Bollard)
Bollard Bitt merupakan jenis bollard dermaga yang dicirikan
oleh satu tiang vertikal (Single Bitt) yang menonjol dari pelat dasar. Desain
ini sangat populer, terutama di Amerika Utara, karena kemampuannya mengunci
tali tambat dengan efektif. Karakteristik utama Bollard Bitt adalah desainnya
yang tinggi dan relatif tegak lurus, yang membantu mencegah tali tambat
terlepas secara tidak sengaja.
Bollard Bitt diproduksi dengan berbagai kapasitas SWL (Safe
Working Load), mulai dari 10 Ton untuk dermaga kecil hingga kapasitas besar
seperti 250 Ton untuk kapal tanker besar. Ukuran dimensi fisik (tinggi tiang
dan ukuran pelat dasar) akan meningkat sejalan dengan peningkatan kapasitas
SWL, memastikan stabilitas dan kekuatan struktural yang diperlukan untuk
menahan beban tersebut.
![]() |
| Tabel Spesifikasi Bollard Bitt |
2. Bollard Curve (Harbour Bollard)
Bollard Curve, sering juga disebut Harbour Bollard, adalah
jenis bollard dermaga yang paling sederhana dalam bentuknya. Ia berupa tiang
vertikal tunggal yang kokoh dengan profil membulat atau melengkung yang halus
di bagian kepala atau puncaknya.
Karakteristik utama Bollard Curve adalah simetri 360
derajatnya dan permukaannya yang mulus. Bentuk silinder atau melengkung ini
memungkinkannya menahan gaya tarik (mooring forces) secara merata dari hampir
semua sudut arah (360 derajat), menjadikannya sangat serbaguna. Desain tanpa
sudut atau tonjolan tajam juga meminimalkan gesekan dan abrasi pada tali tambat
saat terjadi pergerakan kapal yang kecil. Permukaannya yang polos juga
mempermudah pelapisan anti-korosi.
Bollard Curve tersedia dalam berbagai kapasitas SWL (Safe
Working Load), mulai dari kapasitas ringan hingga berat. Ukuran fisiknya,
termasuk diameter tiang dan ketebalan material, akan disesuaikan secara
proporsional dengan SWL yang dibutuhkan. Semakin tinggi kapasitas bebannya
(misalnya 150 Ton), semakin besar diameter tiang dan pelat dasarnya untuk
memastikan integrasi struktural yang kuat dengan fondasi dermaga.
![]() |
| Tabel Spesifikasi Bollard Curve Kecil |
![]() |
| Tabel Spesifikasi Bollard Curve Besar |
3. Bollard Tee (Tee Bollard)
Bollard Tee Head, atau Tee Bollard, merupakan salah satu
desain bollard dermaga yang paling umum dan banyak digunakan secara global.
Namanya berasal dari kepalanya yang berbentuk seperti huruf ‘T’ terbalik yang
terpasang horizontal di atas tiang vertikal.
Karakteristik utama dari Bollard Tee adalah efektivitasnya
dalam menahan gaya tarik horizontal yang tinggi. Kepala berbentuk ‘T’ yang
menonjol menyediakan area kontak yang luas dan datar bagi tali tambat, yang
membantu menjaga tali tetap di tempatnya dan mencegahnya terlepas secara
vertikal saat terjadi pergerakan kapal akibat pasang surut. Bentuknya yang
kokoh menjadikannya pilihan utama untuk dermaga yang melayani kapal kargo dan
kontainer besar yang menghasilkan beban tarik signifikan.
Bollard Tee diproduksi dalam berbagai kapasitas SWL (Safe
Working Load), seringkali mencapai SWL yang sangat tinggi, mulai dari 50 Ton
hingga lebih dari 300 Ton. Peningkatan SWL berbanding lurus dengan peningkatan
dimensi fisiknya, seperti tebal dinding tiang, panjang kepala ‘T’, dan ukuran
pelat dasar, untuk memastikan bahwa bollard dapat mentransfer beban yang masif
ke baut angkur dan fondasi dermaga dengan aman.
![]() |
| Tabel Spesifikasi Bollard Tee |
4. Bollard Staghorn
Bollard Staghorn merupakan salah satu jenis bollard dermaga
yang dicirikan oleh kepalanya yang memiliki satu atau lebih proyeksi yang
melengkung ke atas, menyerupai tanduk rusa (staghorn). Desain ini juga sering
disebut Horn Bollard atau Cleat Bollard karena kemampuannya mengunci tali.
Karakteristik utama Bollard Staghorn adalah bentuknya yang
dirancang untuk mengatasi variasi ketinggian air yang signifikan, seperti pada
area pasang surut tinggi. Proyeksi tanduknya memastikan tali tambat tetap
terkunci dengan aman, bahkan saat tali ditarik pada sudut vertikal yang curam. Bollard
ini juga memungkinkan penambatan lebih dari satu tali dan memfasilitasi
pelilitan tali dalam pola figure-eight, yang membantu mendistribusikan beban
secara merata dan mencegah tali sintetis yang licin terlepas.
Bollard Staghorn tersedia dalam berbagai kapasitas SWL (Safe
Working Load). Meskipun populer untuk kapasitas menengah, ia juga tersedia
dalam kapasitas tinggi (hingga 200 Ton lebih) untuk kapal besar seperti feri
dan kapal Ro-Ro. Ukuran fisik (tinggi dan dimensi tanduk) disesuaikan dengan
kapasitas SWL, dengan tanduk yang lebih besar dan material yang lebih tebal
diperlukan untuk menahan gaya tarik yang ekstrem.
|
Jenis |
Bentuk |
Keunggulan |
Fokus |
|
Bollard |
Tiang Vertikal |
Sangat baik |
Dermaga |
|
Bollard |
Tiang |
Menahan gaya |
Dermaga umum, |
|
Bollard |
Kepala |
Efisien |
Pelabuhan |
|
Bollard |
Kepala |
Terbaik untuk |
Tanker, feri, |
FAQ Tentang Bollard Dermaga
1. Apa pengertian sederhana Bollard Dermaga?
➡ Bollard Dermaga adalah tiang tambat yang terbuat dari logam
(besi atau baja tuang) yang dipasang secara permanen di dermaga. Fungsinya
adalah sebagai titik kaitan terakhir tempat tali kapal dililitkan untuk
mengamankan kapal dari pergerakan akibat angin, arus, dan ombak.
2. Mengenal Apa itu SWL (Safe Working Load)?
➡ Dalam dunia maritim, kekuatan Bollard Dermaga diukur dengan parameter SWL (Safe Working Load) atau Kapasitas Beban Kerja Aman. SWL adalah angka terpenting yang menunjukkan beban tarik maksimum (biasanya dalam Ton) yang dapat diterima bollard secara berulang dan aman sepanjang masa pakainya.
Misalnya, Bollard Bitt 150T dirancang untuk menahan beban tarik stabil sebesar 150 Ton. Nilai SWL ini tidak ditentukan secara acak. Ia merupakan hasil perhitungan teknik yang sangat konservatif, mempertimbangkan:
- Jenis Kapal: Ukuran dan area lambung kapal yang terpapar angin.
- Kondisi Lingkungan: Kecepatan maksimum angin yang diperkirakan, arus laut, dan tinggi gelombang.
- Faktor Keamanan: SWL biasanya jauh lebih rendah dari Ultimate Load (beban maksimal hingga patah) untuk memberikan margin keamanan yang besar terhadap lonjakan beban tak terduga.
3. Apakah kekuatan Bollard Dermaga hanya ditentukan oleh tiang besinya
yang terlihat di atas?
➡ Tidak. Kekuatan Bollard Dermaga terletak pada seluruh
sistemnya. Komponen yang paling menentukan adalah baut angkur (anchor bolts)
yang menanamkan bollard ke fondasi beton bertulang dermaga. Baut angkur inilah
yang menahan dan mentransfer gaya tarik vertikal dan horizontal yang ekstrem.
4. Mengapa Bollard Dermaga begitu penting bagi keselamatan pelabuhan?
➡ Bollard Dermaga merupakan pertahanan terakhir. Kegagalan
bollard (misalnya tercabut dari fondasi) dapat menyebabkan kapal raksasa
terlepas tak terkendali. Hal ini berisiko menabrak fasilitas dermaga, merusak
crane, menabrak kapal lain, dan menyebabkan kerugian finansial yang masif dan
membahayakan nyawa.
![]() |
| Bollard Dermaga |
Kesimpulan
Bollard Dermaga adalah komponen infrastruktur pasif yang
sangat penting, berfungsi sebagai titik tambatan akhir (titik sandar) bagi
kapal yang berlabuh. Ia merupakan struktur permanen, umumnya terbuat dari besi
atau baja tuang, yang dirancang untuk satu tujuan krusial: mengamankan kapal
dari pergerakan tak terduga.
Fungsi intinya adalah mentransfer gaya tarik (tegangan) yang
dihasilkan oleh angin, arus, dan ombak dari tali tambat kapal ke dalam fondasi
dermaga yang kokoh. Kapasitasnya diukur dalam SWL (Safe Working Load), yang
menunjukkan batas beban aman yang dapat ditahan.
Jenis bollard bervariasi (Bollard Bitt, Curve, Tee,
Staghorn) untuk mengoptimalkan penambatan berdasarkan sudut tarik, jumlah tali,
dan variasi pasang surut. Secara keseluruhan, bollard adalah penjamin
keselamatan dan efisiensi operasional pelabuhan; keandalannya mutlak diperlukan
untuk mencegah kecelakaan dan menjamin kelancaran rantai logistik global.
PRODSUEN BOLLARD DERMAGA TERBAIK DI SELURUH INDONESIA
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa menawarkan berbagai mjenis Bollard Dermaga seperti Bollard Bitt, Bollard Curve, Bollard Tee, Bollard Staghorn berkapasitas tinggi, dijamin dengan Baja Tuang Kelas Premium dan rating SWL
yang teruji. Lindungi operasi Anda dari kegagalan berantai dan downtime yang
mahal.
Hubungi kami sekarang untuk konsultasi gratis dan penawaran terbaik!
Selain memproduksi BOLLARD DERMAGA, Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa juga memproduksi berbagai macam jenis fender, seperti: Bollard Dermaga, Bollard Bitt, Bollard Curve, Bollard Tee, Serta Bollard Tee dan Anchor Bolt.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri karet konstruksi, besi konstruksi seperti aksesoris pelabuhan, aksesoris jembatan, jalan tol, gedung, dll. Kami memproduksi berbagai macam produk dengan kualitas yang terjamin dengan harga terjangkau.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen. Informasi dan permintaan penawaran terbaik hubungi kami :
Email: mahameruputramandiri@gmail.com
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-
![]() |
| Customer Service MPM Perkasa |











