
Bitt Bollard Dermaga merupakan salah satu komponen vital dalam sistem tambat kapal (mooring system) yang berfungsi sebagai titik ikat utama tali kapal di area pelabuhan, dermaga, dan jetty. Keberadaan bitt bollard sangat menentukan keamanan proses sandar dan lepas sandar kapal, terutama pada kondisi lingkungan laut yang dinamis.
Bitt bollard dirancang khusus untuk menahan gaya tarik besar yang timbul akibat pergerakan kapal, pengaruh arus laut, hembusan angin, serta gelombang. Dengan desain konstruksi yang kokoh dan material berkekuatan tinggi, bollard mampu menjaga posisi kapal tetap stabil dan mencegah risiko geser atau lepasnya tali tambat.
Kapasitas Bitt Bollard Dermaga Lengkap 5 Ton – 200 Ton
MPM Perkasa menyediakan Bitt Bollard Dermaga dengan pilihan kapasitas yang lengkap, mulai dari 5 Ton, 10 Ton, 15 Ton, 20 Ton, hingga 200 Ton, sehingga dapat disesuaikan dengan:
- Ukuran dan jenis kapal yang bersandar
- Beban tambat maksimum yang direncanakan
- Karakteristik dermaga (pelabuhan niaga, pelabuhan rakyat, terminal ferry, hingga dermaga industri)
Rentang kapasitas ini membuat bitt bollard cocok digunakan pada berbagai skala proyek, baik untuk dermaga kecil dengan lalu lintas kapal ringan maupun pelabuhan besar dengan aktivitas kapal bertonase tinggi.
Konstruksi Kuat & Desain Fungsional
Bitt bollard umumnya diproduksi menggunakan baja cor (cast steel) atau besi cor (cast iron) berkualitas tinggi, dengan bentuk kepala ganda (double bitt) yang memungkinkan pengikatan tali kapal secara lebih aman dan stabil. Desain ini membantu mendistribusikan beban tarik secara merata, sehingga mengurangi konsentrasi tegangan pada satu titik.
Selain itu, bollard dapat dilengkapi dengan:
- Sistem anchor bolt yang kuat
- Finishing anti korosi untuk lingkungan laut
- Opsi penyesuaian dimensi dan spesifikasi sesuai kebutuhan proyek
Dengan spesifikasi yang tepat, bollard membantu memastikan operasional pelabuhan berjalan aman, efisien, dan sesuai standar teknis.
Apa itu Bitt Bollard?
Bitt Bollard adalah perangkat tambat kapal berbentuk tiang ganda atau tunggal yang terbuat dari baja berkekuatan tinggi, dan dipasang secara permanen pada struktur beton dermaga. Fungsi utamanya adalah sebagai titik pengikat tali tambat kapal (mooring line) agar kapal tetap berada pada posisi yang aman dan stabil selama proses sandar, bongkar muat, maupun saat kapal berlabuh dalam waktu tertentu.
Berbeda dengan bollard standar, bitt bollard dirancang untuk menahan beban tarik yang besar dan kontinu, terutama pada dermaga dengan aktivitas kapal niaga, kapal kargo, hingga kapal berukuran menengah dan besar. Oleh karena itu, desain dan kapasitas bitt bollard selalu dinyatakan dalam satuan ton (misalnya 5 Ton, 10 Ton, 15 Ton, hingga di atasnya) yang menunjukkan kemampuan maksimalnya dalam menahan gaya tarik tali kapal.
Dalam dunia kepelabuhanan, bollard dermaga tidak hanya dituntut memiliki kekuatan mekanis tinggi, tetapi juga harus:
- Tahan terhadap korosi air laut, baik melalui material baja berkualitas maupun pelapisan pelindung seperti galvanis atau coating khusus.
- Memenuhi standar keselamatan maritim, termasuk standar desain, metode pemasangan, serta faktor keamanan terhadap beban dinamis akibat gelombang, angin, dan pergerakan kapal.
- Terintegrasi dengan struktur beton dermaga menggunakan sistem angkur yang kuat, sehingga mampu mentransfer gaya tarik kapal ke struktur utama secara aman.
Dengan peran yang sangat krusial tersebut, Bitt Bollard menjadi salah satu komponen vital dalam infrastruktur pelabuhan, karena kegagalan fungsi bollard dapat berdampak langsung pada keselamatan kapal, dermaga, dan aktivitas operasional di sekitarnya.
Fungsi Bitt Bollard pada Dermaga
Bitt bollard merupakan salah satu komponen vital pada struktur dermaga yang berfungsi sebagai titik tambat kapal. Keberadaannya sangat menentukan keselamatan kapal, awak, serta struktur dermaga itu sendiri. Berikut adalah beberapa fungsi utama bitt bollard beserta penjelasannya:
1. Menahan Gaya Tarik Tali Tambat Kapal
Bitt bollard dirancang untuk menerima dan menahan gaya tarik besar dari tali tambat (mooring line) kapal. Gaya ini muncul akibat berat kapal, arus laut, gelombang, angin, serta perubahan pasang surut. Dengan kapasitas yang sesuai, bitt bollard mampu menyalurkan beban tarik tersebut secara aman ke struktur beton dermaga.
2. Menjaga Posisi Kapal Tetap Stabil Saat Sandar
Saat kapal bersandar, kestabilan posisi kapal sangat bergantung pada sistem tambat. Bitt bollard berfungsi sebagai titik ikat yang kokoh, sehingga kapal tetap berada pada posisi yang diinginkan dan tidak bergeser menjauh atau mendekat berlebihan ke dermaga.
3. Mengurangi Risiko Pergeseran Kapal
Perubahan kondisi lingkungan seperti arus laut, gelombang, dan hembusan angin dapat menyebabkan kapal bergeser. Dengan penggunaan bitt bollard yang tepat dan terpasang dengan baik, risiko pergeseran kapal dapat diminimalkan, sehingga proses bongkar muat maupun naik-turun penumpang dapat berlangsung dengan aman.
4. Melindungi Struktur Dermaga dari Kerusakan Akibat Gaya Tarik Berlebih
Tanpa titik tambat yang memadai, gaya tarik tali kapal bisa langsung membebani elemen dermaga lainnya. Bitt bollard berperan sebagai elemen perantara yang menyerap dan mendistribusikan gaya tarik, sehingga membantu melindungi struktur beton, slab, maupun elemen dermaga lainnya dari keretakan atau kerusakan struktural.
5. Mendukung Keselamatan Operasional Pelabuhan
Fungsi utama bitt bollard pada akhirnya bermuara pada keselamatan operasional pelabuhan. Sistem tambat yang andal mengurangi risiko tali putus, kapal lepas kendali, serta potensi kecelakaan kerja. Hal ini sangat penting terutama pada dermaga dengan lalu lintas kapal yang padat.

Keunggulan Bitt Bollard Dermaga 10 Ton
Produk Bitt Bollard dermaga dari MPM Perkasa dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan tambatan kapal di lingkungan pelabuhan yang menuntut kekuatan, keamanan, dan daya tahan jangka panjang. Berikut beberapa keunggulan utama yang kami tawarkan:
✔Material Baja Berkualitas Tinggi
Bitt bollard diproduksi menggunakan baja struktural pilihan dengan standar mutu yang terkontrol. Material ini mampu menahan beban tarik tali kapal (mooring load) yang besar, sehingga aman digunakan untuk berbagai kapasitas kapal, mulai dari kapal kecil hingga kapal niaga.
✔Finishing Hot Dip Galvanis / Coating Anti Korosi
Untuk menghadapi kondisi lingkungan laut yang agresif, setiap bollard dilengkapi finishing hot dip galvanis atau coating anti korosi sesuai kebutuhan proyek. Perlindungan ini efektif mencegah karat akibat air laut, kelembapan tinggi, dan paparan cuaca ekstrem.
✔Konstruksi Kokoh dan Stabil
Desain bitt bollard dibuat dengan konstruksi solid dan proporsi yang presisi, memastikan kestabilan saat menerima beban tarik dari berbagai arah. Sistem anchoring dirancang kuat sehingga bollard tetap aman dan tidak mudah bergeser atau mengalami deformasi.
✔Tahan Terhadap Lingkungan Laut Ekstrem
Bitt bollard MPM Perkasa telah disesuaikan untuk digunakan di area pesisir, dermaga laut, dan pelabuhan terbuka, dengan ketahanan tinggi terhadap korosi, gelombang, serta perubahan suhu. Hal ini menjadikannya solusi andal untuk operasional jangka panjang.
✔Umur Pakai Panjang dan Minim Perawatan
Kombinasi material berkualitas dan sistem perlindungan permukaan yang optimal membuat bollard memiliki umur pakai yang panjang. Perawatan yang dibutuhkan relatif minimal, sehingga membantu menekan biaya operasional dan maintenance dalam jangka panjang.

Varian Kapasitas Bitt Bollard
Bitt Bollard tersedia dalam berbagai kapasitas tarik (safe working load / SWL) yang disesuaikan dengan ukuran kapal, jenis aktivitas sandar, serta kelas dermaga. Pemilihan kapasitas yang tepat sangat penting untuk menjamin keamanan operasional dan umur struktur dermaga.
🔹Bitt Bollard 5 Ton – 15 Ton
Bitt bollard dengan kapasitas rendah hingga menengah ini umumnya digunakan pada dermaga dengan aktivitas sandar ringan dan kapal berukuran kecil.
Digunakan untuk:
- Dermaga kecil atau dermaga rakyat
- Dermaga kapal penumpang berukuran kecil
- Dermaga kapal wisata, kapal nelayan, dan kapal tradisional
Karakteristik:
- Dimensi relatif lebih ringkas
- Beban tarik rendah hingga menengah
- Efisien untuk area sandar dengan frekuensi kapal tinggi namun bobot kecil
🔹Bitt Bollard 25 Ton – 50 Ton
Kapasitas ini merupakan kelas menengah yang paling banyak digunakan pada dermaga komersial dengan lalu lintas kapal rutin.
Cocok untuk:
- Dermaga komersial dan dermaga multipurpose
- Kapal kargo menengah
- Tugboat, kapal kerja, dan kapal suplai
Karakteristik:
- Keseimbangan optimal antara kekuatan dan ukuran
- Mampu menahan gaya tarik tali kapal yang lebih besar
- Cocok untuk pelabuhan regional dan pelabuhan niaga
🔹Bitt Bollard 70 Ton – 200 Ton
Bitt bollard berkapasitas besar ini dirancang untuk menahan gaya tarik ekstrem dari kapal berbobot besar dan aktivitas bongkar muat intensif.
Digunakan pada:
- Pelabuhan industri dan pelabuhan utama
- Terminal peti kemas (container terminal)
- Kapal besar, kapal kargo berat, tanker, dan kapal curah
Karakteristik:
- Struktur baja tebal dan dimensi besar
- Dirancang untuk beban tarik tinggi dan kondisi operasional berat
- Umumnya dipasang permanen pada struktur beton bertulang dermaga
Spesifikasi Teknis Bitt Bollard 10 Ton
Secara umum, spesifikasi teknis bitt bollard dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, namun mencakup parameter utama berikut:
- Material:
Baja struktural berkekuatan tinggi yang mampu menahan beban tarik besar dan kondisi lingkungan laut - Kapasitas Tarik (SWL):
Mulai dari 10 Ton hingga 200 Ton, disesuaikan dengan jenis kapal dan fungsi dermaga - Finishing Permukaan:
- Hot Dip Galvanized untuk perlindungan korosi jangka panjang
- Marine Coating System untuk lingkungan laut agresif
- Tipe Produk:
- Bitt Bollard
- Double Bollard (dua tiang untuk fleksibilitas pengikatan tali kapal)
- Sistem Pemasangan:
Dipasang menggunakan anchor bolt yang diikat ke struktur beton dermaga, dengan perhitungan teknis sesuai kapasitas bollard - Standar Produksi:
Diproduksi berdasarkan spesifikasi proyek dermaga, gambar teknis, dan kebutuhan operasional pelabuhan
Sistem Instalasi & Anchor Bolt
Bitt bollard dipasang menggunakan anchor bolt berkekuatan tinggi yang tertanam secara permanen pada struktur beton dermaga. Anchor bolt ini berfungsi sebagai elemen utama penyalur beban tarik (mooring load) dari tali kapal ke fondasi dermaga, sehingga gaya yang terjadi dapat terdistribusi secara merata dan aman.
Umumnya, anchor bolt yang digunakan terbuat dari baja karbon mutu tinggi atau baja paduan, dengan opsi galvanis celup panas (hot dip galvanized) untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi di lingkungan laut. Diameter dan jumlah anchor bolt disesuaikan dengan kapasitas bollard (misalnya 10 ton atau 15 ton) serta desain struktur beton yang ada.
Proses instalasi dilakukan melalui beberapa tahapan penting, seperti:
- Penentuan posisi dan pola anchor bolt sesuai drawing teknis bollard
- Pengecoran atau penanaman anchor bolt ke dalam beton dengan kedalaman yang telah dihitung
- Pemasangan base plate bollard, diikuti dengan pengencangan mur menggunakan torsi yang sesuai standar
- Pemeriksaan kerataan dan kekuatan ikatan sebelum bollard digunakan
Instalasi yang tepat dan sesuai spesifikasi teknis sangat krusial untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan umur pakai bitt bollard. Kesalahan dalam pemilihan anchor bolt atau metode pemasangan dapat menyebabkan penurunan kapasitas kerja bollard, bahkan berisiko terhadap keselamatan operasional di area dermaga.
Aplikasi Bitt Bollard di Pelabuhan
Bitt Bollard merupakan salah satu komponen vital pada fasilitas tambat kapal di pelabuhan. Fungsinya adalah sebagai titik ikat tali kapal (mooring point) agar kapal dapat bersandar dengan aman dan stabil selama proses sandar, bongkar muat, maupun saat menunggu keberangkatan. Karena karakteristik beban tarik yang besar dan berulang, pemilihan bitt bollard harus disesuaikan dengan jenis pelabuhan dan aktivitas kapal yang dilayani.
Berikut beberapa aplikasi bitt bollard berdasarkan jenis pelabuhan:
1. Dermaga Umum
Pada dermaga umum, bitt bollard digunakan untuk melayani berbagai jenis kapal dengan ukuran dan bobot yang bervariasi, mulai dari kapal kecil hingga kapal menengah. Oleh karena itu, bollard yang digunakan umumnya memiliki kapasitas standar hingga menengah dan dipasang dengan jarak tertentu untuk memudahkan pengikatan tali kapal dari berbagai arah. Keandalan struktur dan sistem angkur menjadi faktor utama untuk menjamin keselamatan operasional.
2. Pelabuhan Niaga
Di pelabuhan niaga, bitt bollard berfungsi untuk menahan gaya tarik besar dari kapal kargo, kapal kontainer, dan kapal curah. Aplikasi di area ini menuntut bitt bollard dengan kapasitas tinggi (misalnya 10 ton, 15 ton, hingga lebih besar) serta material baja cor atau baja tuang berkualitas tinggi. Desain dan pemasangan harus memperhitungkan beban dinamis akibat pasang surut dan pergerakan kapal saat bongkar muat.
3. Terminal Industri
Pada terminal industri seperti terminal minyak, gas, atau bahan kimia, bitt bollard digunakan untuk kapal tanker dan kapal khusus. Aplikasi ini membutuhkan bollard dengan standar keselamatan tinggi, termasuk ketahanan terhadap lingkungan korosif dan beban tarik ekstrem. Biasanya dipadukan dengan sistem fender dan mooring arrangement yang dirancang secara khusus sesuai standar internasional.
4. Pelabuhan Perikanan
Di pelabuhan perikanan, bitt bollard digunakan untuk kapal nelayan dan kapal pengangkut hasil laut. Kapasitas bollard yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibanding pelabuhan niaga, namun tetap harus kuat dan tahan terhadap paparan air laut serta aktivitas tambat yang frekuensinya tinggi. Penempatan bollard dibuat agar memudahkan proses sandar cepat dan bongkar hasil tangkapan.
5. Pelabuhan Penumpang
Pada pelabuhan penumpang dan dermaga kapal ferry, bitt bollard berperan penting dalam menjaga posisi kapal tetap stabil saat proses naik turun penumpang dan kendaraan. Faktor utama pada aplikasi ini adalah keamanan, stabilitas, dan kemudahan pengikatan tali kapal. Biasanya digunakan bollard dengan desain ergonomis dan kapasitas yang disesuaikan dengan jenis kapal penumpang yang beroperasi.

Kenapa Memilih Bitt Bollard dari MPM Perkasa
MPM Perkasa merupakan supplier dan produsen perlengkapan dermaga terpercaya yang telah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek pelabuhan, dermaga industri, jetty, hingga fasilitas maritim khusus di seluruh Indonesia. Setiap produk Bitt Bollard yang kami sediakan dirancang dengan memperhatikan standar teknis, faktor keselamatan, serta kebutuhan operasional di lapangan.
Kami menggunakan material baja berkualitas tinggi dengan proses fabrikasi yang terkontrol, sehingga bollard memiliki kekuatan struktural optimal, tahan terhadap beban tarik tinggi, serta mampu bertahan di lingkungan laut yang korosif. Setiap unit bollard diproduksi dengan spesifikasi teknis yang jelas, mulai dari kapasitas tarik (Safe Working Load), dimensi, hingga detail sistem angkur dan base plate.
Dengan pendekatan ini, kami memastikan bahwa setiap Bitt Bollard yang dipasang benar-benar aman, efisien, dan sesuai standar perencanaan pelabuhan.
Kesimpulan
Bitt Bollard Dermaga merupakan komponen vital dalam sistem tambat kapal yang berperan langsung dalam menjaga keamanan kapal dan struktur dermaga. Pemilihan bollard dengan kapasitas yang tepat sangat penting untuk menghindari kegagalan tambat dan risiko kerusakan infrastruktur.
MPM Perkasa menyediakan Bitt Bollard dengan kapasitas mulai dari 5 Ton hingga 200 Ton, sehingga mampu memenuhi kebutuhan berbagai jenis pelabuhan, mulai dari dermaga kecil, pelabuhan komersial, hingga fasilitas industri berskala besar. Dengan kualitas material unggul, spesifikasi teknis yang jelas, serta dukungan teknis berpengalaman, produk bollard dari MPM Perkasa menjadi solusi andal untuk operasional dermaga yang aman dan efisien.


