![]() |
| Bitt Bollard |
Pendahuluan Bitt Bollard di Dermaga Balikpapan
Pelabuhan Balikpapan, sebagai gerbang utama logistik dan
energi di Kalimantan Timur, memegang peran strategis vital dalam mendukung
perekonomian regional dan nasional, terutama dalam konteks IKN Nusantara. Di
tengah aktivitas bongkar muat yang intensif dan lalu lintas kapal yang padat mulai
dari kapal kargo curah hingga kapal penumpang keamanan operasional dermaga
menjadi prioritas mutlak.
Di sinilah Bitt Bollard memegang peranan kritis yang sering
luput dari perhatian. Bukan sekadar tiang pancang statis, bollard adalah
jangkar struktural yang bertugas menahan gaya tarik masif dari kapal saat
sandar dan selama penambatan. Gaya-gaya ini dihasilkan oleh gelombang, arus
pasang surut, serta hembusan angin kencang. Bollard dengan kapasitas yang
memadai memastikan kapal tertambat aman, mencegah kecelakaan, dan meminimalisir
downtime operasional.
![]() |
| 3D Bitt Bollard MPM Perkasa |
Apa itu Bitt Bollard?
Bitt Bollard adalah salah satu elemen infrastruktur yang
paling vital dan seringkali paling diabaikan di setiap dermaga, jetty, atau
pelabuhan. Secara sederhana, bollard adalah pilar atau tiang kokoh yang
dipasang secara permanen di sepanjang tepi dermaga, berfungsi sebagai titik
tambat utama untuk menambatkan kapal laut.
Bitt Bollard terbuat dari baja/ besi cor yang dilengkapi
dengan anchor bolt atau baut angkur. Tipe material yang digunakan kualitas
tinggi dan sangat kuat, mengingat objek yang ditambatkan adalah kapal. Biasanya
dibuat dengan tingkat/ kapasitas penambatan mulai dari puluhan hingga ratusan
ton agar mampu menahan pergerakan kapal. Pada proses finishingnya, bollard
diberi lapisan tambahan untuk memperpanjang masa pakai/ mencegah timbulnya
karat berlebih. Pemasangannya sendiri dilakukan dengan cara diangkur pada
lantai sisi dermaga.
![]() |
| Bitt Bollard |
Fungsi dan Keunggulan Bitt Bollard
Fungsi Utama Bitt Bollard
Bitt bollard memiliki dua fungsi fundamental yang sangat
krusial dalam operasional maritim:
1. Titik Tambat Permanen
Bollard ini bertindak sebagai titik
fiksasi yang andal di darat (dermaga). Semua tali tambat (mooring lines) kapal
diikatkan pada bollard ini setelah kapal berhasil sandar. Hal ini memastikan
kapal tetap berada di posisi yang diinginkan di samping dermaga, memungkinkan
proses bongkar muat kargo dan embarkasi/debarkasi penumpang berjalan lancar dan
aman.
2. Menahan Gaya Tarik (Mooring Force)
Ini adalah fungsi teknis
yang paling penting. Bollard ini dirancang untuk menahan beban tarik horizontal
yang sangat besar (dinyatakan dalam tonase) yang dikenakan oleh kapal. Gaya
tarik ini merupakan kombinasi dari:
- Angin: Tekanan angin pada lambung kapal yang tinggi.
- Arus & Gelombang: Dorongan lateral dari air laut.
3. Pasang Surut
Perubahan vertikal ketinggian air yang bisa
mengubah sudut tegangan tali. Dengan kapasitas tarik yang terukur (misalnya 50 ton,
100 ton, atau 150 ton), bollard berfungsi sebagai sistem pengaman struktural,
mencegah kapal terlepas dari tambatan atau membentur dermaga secara tidak
terkontrol.
Keunggulan Bitt Bollard
Bitt bollard, menawarkan beberapa keunggulan spesifik
dibandingkan metode penambatan lain:
1. Kekuatan dan Durabilitas
Dibuat dari material cast steel
atau ductile iron berkualitas tinggi, bollard memiliki ketahanan superior
terhadap tegangan tarik dan benturan. Selain itu, material ini tahan terhadap
lingkungan maritim yang sangat korosif (air garam), menjamin masa pakai puluhan
tahun dengan perawatan minimal.
2. Desain Multifungsi
Bentuk kepala dirancang khusus untuk
memungkinkan operator mengikat tali tambat dengan cepat dan aman, bahkan saat
penambatan dilakukan secara ganda (double-up) untuk kapal besar. Bentuk ini
juga memfasilitasi pelepasan tali yang efisien saat kapal akan berlayar.
3. Kemudahan Instalasi dan Pemeliharaan
Bollard dipasang
menggunakan baut jangkar (anchor bolt) yang kuat ke dalam pondasi beton.
Meskipun pondasinya kompleks, unit bollard itu sendiri relatif mudah diganti
atau diperbaiki tanpa mengganggu keseluruhan struktur dermaga.
4. Kapasitas Beban yang Terukur
Setiap bollard diproduksi
dengan kapasitas beban kerja yang jelas (Safe Working Load – SWL). Kejelasan
spesifikasi ini memungkinkan perencanaan penambatan yang akurat, di mana jumlah
dan jenis bollard dapat disesuaikan dengan ukuran, berat, dan sifat kapal yang
akan dilayani oleh dermaga tersebut.
![]() |
| Bitt Bollard 15T |
![]() |
| Bitt Bollard 50T |
![]() |
| Bitt Bollard 100T |
![]() |
| Bitt Bollard 150T |
![]() |
| Tabel Bitt Bollard |
Ukuran Bitt Bollard dan Faktor Penentu
Ukuran fisik (dimensi) Bitt Bollard tidak seragam dan
ditentukan secara langsung oleh kapasitas beban kerja aman (Safe Working Load –
SWL) yang harus ditanggungnya. Kapasitas ini biasanya diukur dalam ton metrik
(MT) dan menjadi parameter utama saat perancangan dermaga.
Spesifikasi ukuran bollard didasarkan pada perhitungan
rekayasa yang memperhitungkan faktor-faktor berikut:
- Jenis Kapal: Ukuran (DWT), dimensi, dan area lambung kapal
yang akan dilayani oleh dermaga tersebut. Kapal supertanker tentu membutuhkan
bollard dengan SWL yang jauh lebih besar daripada kapal feri kecil.
- Kondisi Lingkungan: Kondisi angin maksimum, arus air, dan
ketinggian gelombang di lokasi pelabuhan
- Jumlah Tali Tambat: Jumlah tali yang diharapkan diikat pada
satu bollard.
Bitt bollard di pasar umumnya tersedia dalam rentang SWL
mulai dari 10 ton untuk pelabuhan kecil atau dermaga umum, hingga 250 ton atau
lebih untuk terminal minyak dan gas lepas pantai (offshore) atau dermaga kapal
kontainer raksasa.
Secara fisik, dimensi akan bervariasi sesuai kapasitas:
- Bitt Bollard 10 Ton: Memiliki tinggi dan diameter kepala
yang relatif kecil.
- Bitt Bollard 150 Ton: Memiliki alas dasar (base plate) yang
jauh lebih besar dan tebal, diameter pilar utama yang masif, serta membutuhkan
baut jangkar (anchor bolt) yang lebih banyak dan besar untuk menjamin kekokohan
terhadap gaya cabut (uplift force) yang sangat tinggi.
Dengan demikian, ketika berbicara tentang “ukuran”
bollard, hal ini merujuk pada kapasitas tonase yang mendefinisikan dimensi
strukturalnya.
![]() |
| Bitt Bollard |
Proses Pembuatan Bitt Bollard (Casting)
Bitt bollard umumnya dibuat menggunakan proses Pengecoran
Logam (Casting), seringkali menggunakan bahan Baja Cor (Cast Steel) atau Besi
Ulet (Ductile Iron) karena kekuatannya yang superior.
1. Desain dan Pembuatan Cetakan
Desain Teknis: Dimensi bollard dirancang secara rinci
berdasarkan SWL yang dibutuhkan (misalnya 100 Ton). Desain ini mencakup bentuk
kepala (Bitt), diameter tiang, dan ukuran alas (base plate) termasuk posisi
lubang baut.
Pola dan Cetakan: Pola (biasanya kayu atau resin) dibuat
sesuai desain. Kemudian, cetakan (mold) dibuat dari pasir khusus atau keramik,
meniru bentuk luar bollard dan saluran masuk logam cair.
2. Peleburan dan Pengecoran
Persiapan Material: Logam (baja atau besi) dilebur dalam
tungku bersuhu sangat tinggi (sekitar 1500°C – 1600°C) hingga mencapai kondisi
cair.
Pengecoran (Pouring): Logam cair yang telah diuji
komposisinya dituang ke dalam cetakan pasir.
3. Pendinginan dan Finishing
Pendinginan: Logam dibiarkan dingin dan mengeras di dalam
cetakan.
Pelepasan Cetakan: Bollard dikeluarkan dari cetakan, dan
kelebihan logam (riser dan gating system) dipotong.
Pengamplasan dan Penghalusan: Permukaan bollard dihaluskan
untuk menghilangkan ketidaksempurnaan dan bekas potongan.
4. Pelapisan Anti-Korosi (Coating)
Proteksi: Karena beroperasi di lingkungan air laut yang
korosif, bollard dicat dengan sistem pelapisan yang kuat, biasanya menggunakan
cat epoxy primer dan lapisan atas poliuretan (polyurethane topcoat) untuk
memastikan ketahanan jangka panjang terhadap karat, abrasi, dan paparan sinar
UV.
Penerapan (Instalasi) Bitt Bollard di Lokasi
Penerapan Bitt Bollard sangat bergantung pada kebutuhan dan
lokasi dermaga:
1. Dermaga Komersial dan Kontainer
Bitt Bollard berkapasitas tinggi (100 ton hingga 200 ton)
sangat umum digunakan di terminal kontainer besar yang melayani kapal Post Panamax
atau terminal minyak yang melayani kapal VLCC (Very Large Crude Carrier).
Bollard ini dipasang pada jarak yang teratur (tergantung panjang kapal) dan
diintegrasikan ke dalam struktur beton bertulang dermaga.
2. Pelabuhan Ikan dan Feri
Bollard yang berkapasitas lebih rendah (10 ton hingga 50
ton) sudah memadai, karena melayani kapal yang lebih kecil dengan gaya tarik
yang lebih ringan. Pemasangannya lebih sederhana.
3. Dry Dock dan Galangan Kapal
Bollard yang digunakan harus mampu menahan gaya tarik saat
kapal ditarik keluar dari air atau diposisikan untuk perbaikan. Penempatan yang
strategis di sekitar area perbaikan kapal.
4. Fender System
Bollard sering dipasang berdekatan dengan fender system
(bantalan pelindung). Fender menyerap energi benturan lateral saat kapal
sandar, sementara bollard menahan gaya longitudinal kapal setelah kapal
terhenti dan ditambatkan.
![]() |
| Bitt Bollard |
FAQ Mengenai Bitt Bollard
1. Apa itu bitt bollard?
Jawaban: Bitt bollard adalah tiang tambat yang terpasang
permanen di dermaga, berfungsi sebagai titik ikat tali tambat kapal untuk
menahan gaya tarik (angin, arus, dan gelombang) agar kapal tetap aman di
samping dermaga.
2. Bagaimana kapasitas Bitt Bollard ditentukan?
Kapasitas Bitt Bollard ditentukan oleh Gaya Tarik Aman (Safe
Working Load – SWL) yang diukur dalam ton metrik (MT). Kapasitas ini dihitung
berdasarkan ukuran kapal terbesar yang dilayani dan kondisi lingkungan
(angin/arus) di pelabuhan tersebut.
3. Material apa yang paling umum digunakan untuk membuat Bitt
Bollard?
Material yang paling umum adalah Baja Cor (Cast Steel) dan
Besi Ulet (Ductile Iron). Keduanya dipilih karena kekuatan tarik yang tinggi,
ketahanan terhadap benturan, dan kemampuan untuk menahan korosi di lingkungan
maritim.
4. Apa risiko jika Bitt Bollard dipasang dengan kapasitas
yang kurang?
Jika SWL Bitt Bollard kurang, terdapat risiko tinggi tali
tambat putus atau bollard mengalami kegagalan struktural (patah atau tercabut)
saat terjadi badai atau ombak besar, yang dapat merusak kapal dan dermaga.
5. Mengapa desain pondasi (anchor bolt) sangat penting?
Pondasi dan baut jangkar (anchor bolt) harus menahan gaya
cabut (uplift force) yang sangat besar. Jika pondasi atau baut gagal, Bitt Bollard
dapat tercabut dari dermaga, menyebabkan kapal terlepas.
![]() |
| Bitt Bollard |
Kesimpulan: Bitt Bollard Keamanan dan Efisiensi Maritim
Bitt Bollard adalah komponen infrastruktur yang fundamental
dan tak tergantikan dalam setiap fasilitas pelabuhan. Jauh dari sekadar tiang
pengait, bollard berfungsi sebagai jangkar struktural yang vital, bertugas
menahan dan mendistribusikan gaya tarik kolosal (mooring force) yang dihasilkan
oleh kapal, angin, dan arus. Keamanan operasional kapal saat sandar, bongkar
muat, maupun berdiam di dermaga secara langsung bergantung pada kapasitas SWL
(Safe Working Load) yang terukur dan integritas pondasi bollard. Pemilihan
material berkualitas tinggi, seperti cast steel atau ductile iron, serta
instalasi anchor bolt yang presisi, menjamin durabilitas bollard dalam
lingkungan maritim yang korosif.
PRODUSEN BITT BOLLARD TERBAIK DI INDONESIA
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa menyediakan rangkaian
lengkap Bitt Bollard yang telah memenuhi standar internasional PIANC, dengan
jaminan SWL (Safe Working Load) akurat untuk setiap tonase yang Anda butuhkan.
Mengapa Memilih Bitt Bollard dari Kami?
✅Kapasitas Terjamin: Kami menyediakan Bitt Bollard (dan tipe
T-Head, Staghorn, dll.) yang telah diuji dan bersertifikasi dengan SWL (Safe
Working Load) yang terjamin keakuratannya, memastikan keamanan maksimum bahkan
dalam kondisi cuaca ekstrem di Balikpapan dan seluruh Indonesia.
✅Material Superior: Diproduksi menggunakan Baja Cor (Cast
Steel) dan Ductile Iron premium, produk kami menjanjikan ketahanan korosi dan
umur pakai hingga puluhan tahun, meminimalkan Total Cost of Ownership (TCO) dan
frekuensi penggantian.
✅Solusi Tailor-Made: Tim engineer kami siap membantu Anda
menghitung kebutuhan SWL spesifik berdasarkan analisis mooring pelabuhan Anda,
memastikan Anda mendapatkan desain bollard yang paling efisien dan ekonomis.
Hubungi Tim kami sekarang juga, Dapatkan konsultasi gratis
hari ini dan temukan bagaimana solusi bollard kami dapat meningkatkan efisiensi
operasional dan standar keselamatan di fasilitas Anda.
Selain dari Bitt Bollard, Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa juga tersedia Curve Bollard, Tee Bollard, Staghorn Bollard hingga anchor bolt galvanis.
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang industri karet konstruksi serta aksesoris pelabuhan. Kami memproduksi segala jenis produk karet dan cast iron yang beragam dengan kualitas material serta harga yang kompetitif.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen. Informasi dan permintaan penawaran terbaik hubungi kami :
Email : mahameruputramandiri@gmail.com
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-













