![]() |
Apa itu Deadweight Tonnage |
Kapal sebagai moda transportasi tentu saja memiliki batas ukuran, berat, dan isi yang bisa dibawa dalam pengangkutan air. Kemampuan muat kapal dan berat kapal menggunakan ukuran ton (tonnage). Salah satu jenis tonase pada sebuah kapal adalah dead weight ton (DWT) atau bobot mati.
Sebagai salah satu syarat kepelabuhan dan kepabeanan, DWT dapat dihitung dengan cara mengurangkan berat benam (displacement) dengan berat kapal kosong (light weight ton). Nah, untuk lebih jelasnya mari kita diskusikan deadweight ton ini dalam kaitannya dengan ukuran berat muatan kapal dan juga berat kapal itu sendiri.
Hallo Kawan sipil, adakah kalian yang suka bepergian menggunakan transportasi kapal ?? Tahukah kawan bahwa ada berat maksimal yang dapat di tampung oleh sebuah kapal dan itu dihitung dengan rumus DWT apa itu yuk simak artikel dibawah ini .....
Tonase
yang namanya Tonase merupakan istilah yang sering digunakan di dunia perkapalan untuk
menggambarkan kapasitas atau ukuran kapal. Namun, penting untuk diingat kalau
ada beberapa jenis pengukuran tonase tergantung
pada konteksnya, contohnya berat kapal, kapasitas muatan, atau ruang dalam
kapal.
DWT dihitung dalam satuan metrik ton (1 ton = 1000 kg) dan menunjukkan kapasitas muatan kapal tanpa memperhitungkan berat kosong kapal itu sendiri.Berikut adalah beberapa jenis tonase yang umum digunakan dan cara
menghitungnya:
1. Deadweight Tonnage (DWT)
Kapal sebagai moda transportasi tentu saja memiliki batas ukuran, berat, dan isi yang bisa dibawa dalam pengangkutan air. Kemampuan muat kapal dan berat kapal menggunakan ukuran ton (tonnage). Salah satu jenis tonase pada sebuah kapal adalah dead weight ton (DWT) atau bobot mati.
Deadweight
Tonnage mengacu pada berat total yang dapat diangkut oleh kapal, termasuk
kargo, bahan bakar, air, kru, dan perbekalan lainnya. Rumusnya:
DWT =
Displacement (berat air yang dipindahkan oleh kapal) - Lightweight (berat
kosong kapal)
Displacement :
Berat air yang dipindahkan oleh kapal saat mengapung penuh.
Lightweight :
Berat kapal saat kosong, termasuk struktur, mesin, dan perlengkapannya.
2. Gross Tonnage (GT)
Gross Tonnage
adalah ukuran volume total ruang dalam kapal, termasuk semua dek tertutup. GT
dihitung berdasarkan rumus dari konvensi internasional (International
Convention on Tonnage Measurement of Ships, 1969). Rumusnya adalah:
GT = K x V
Di mana:
K: Faktor
konstanta (bervariasi tergantung pada desain kapal).
V: Volume dalam
meter kubik dari semua ruang tertutup kapal.
3. Net Tonnage (NT)
Net Tonnage
adalah ukuran ruang dalam kapal yang dapat digunakan untuk mengangkut kargo dan
penumpang. Perhitungannya lebih kompleks, tetapi secara umum menggunakan
formula:
NT = K2 x Vc
Di mana:
K2: Faktor
konstanta berdasarkan desain kapal.
Vc: Volume yang
tersedia untuk kargo dan penumpang.
4. Displacement Tonnage
Displacement
Tonnage adalah berat kapal yang dihitung berdasarkan berat air yang dipindahkan
oleh kapal. Rumus dasarnya adalah:
Displacement =
Volume air yang dipindahkan x Densitas air
Kalau pada air
tawar, densitasnya adalah 1 ton/m³.
Jika menggunakan
air laut, densitasnya adalah 1.025 ton/m³.
5. Light Displacement Tonnage (LDT)
Light
Displacement Tonnage mengacu pada berat kosong kapal, termasuk struktur, mesin,
dan perlengkapan tetap. Ini tidak termasuk bahan bakar, air, kargo, atau kru.
Contoh Sederhana
Perhitungan :
Misyalnya kapal terjadi
displacement sebesar 10.000 ton, dan berat kosong kapal (lightweight) nya 6.000
ton. Maka:
DWT = 10.000 -
6.000 = 4.000 ton (kapasitas muatan yang dapat diangkut).
Jika kamu butuh
bantuan lebih spesifik terkait tonase tertentu atau perhitungan kapal, jangan
ragu untuk bertanya lebih lanjut, ya! 😊
Apa itu DWT kapal?
Dead Weight Tonnage atau DWT kapal adalah berat kapal keseluruhan dalam keadaan muatan penuh dan siap untuk berlayar dikurangi berat kapal kosong termasuk mesin, permesinan dan perpipaan. Jadi, DWT adalah bobot mati yang berisikan penjumlahan dari berat muatan barang, bahan bakar, minyak pelumas, air tawar, ballast, provisi (perbekalan), barang berupa konsumsi, penumpang dan anak buah kapal (ABK).
DWT dinyatakan dalam ton. Pengertian lain dari DWT adalah total berat yang dapat diangkut atau dipindahkan oleh suatu kapal.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Dead weight tonnage (DWT) adalah ukuran seberapa berat sebuah kapal untuk mampu dimuati (max load) sampai pada sarat summer draft pada plimsoll mark (merkah kembangan) pada garis air dengan berat jenis 1,025 kg/m3 (air dimana kapal itu mengapung). Sehingga semua yg dapat dimuati berupa semua kargo yang diangkut di atas kapal itu total berat semuanya disebutlah DWT, akan tetapi tidak termasuk berat kapalnya.
Rumus Cara Menghitung DWT
DWT dapat dirumuskan sebagai displacement at Full Load dikurangi LWT. Dalam formula matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
DWT = D – LWT
Keterangan:
- Displacement at full load: Berat total kapal saat terisi penuh dengan muatan, bahan bakar, air, dan kebutuhan lainnya.
- Lightweight (LWT): Berat kosong kapal, termasuk struktur kapal, mesin, dan perlengkapan tetap lainnya, tanpa muatan atau bahan bakar.
Untuk menghitung volume kapal yang terapung di permukaan air laut dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
L x B x D x Cb
Keterangan :
L = panjang kapal
B = lebar kapal
D = dalam/sarat kapal
Cb = block coefficient
Berat jenis air laut jika diambil rata-rata adalah 1,025 kg/m3dan berat jenis untuk air tawar 1,000 kg/m3.
Adapun DWT dapat berisikan:
Berat Bahan Bakar Main Engine
Berat Bahan Bakar Auxiliary Engine
Berat Minyak Pelumas
Berat Air Tawar
Berat Bahan Makanan
Berat Penumapng, Crew atau ABK, dan Barang Bawaan
Berat Tambahan/Cadangan (0,5 ~ 1,5) % Displacement
Berat Bersih Muatan Kapal (Pay Load)
Perusahaan selaku pemilik kapal pasti akan berusaha untuk mendapatkan berat bersih muatan (pay load) yang terbesar pada saat klasifikasi yang dilakukan oleh Badan Klasifikasi Indonesia (BKI). Untuk menghasilkan berat bersih muatan (pay load) terbesar tersebut tak jarang pihak perusahaan melakukan kecurangan. Karena dengan berat bersih muatan yang besar maka keuntungan yang didapatkan oleh pemilik kapal juga semakin besar.
Untuk mendapatkan keuntungan biasanya kapal didesain dengan
LWT (berat baja dan machinery) maksimal 30% dari displacement karena jika lebih
dari angka tersebut, maka kurang menguntungkan.
Contoh Perhitungan DWT (Berat Mati Kapal)
Sebuah kapal yang bernama Oceania Indonesia memiliki panjang
70 m, dengan lebarnya 10 m, mempunyai sarat kapal kosong (light draft) 0.5 m
dan sarat muatan penuh (load draft) 4 m. Block coefficient of fitness kapal
Oceania Indonesia adalah 0.6 pada light draft dan 0.75m pada load draft.
Hitunglah : DWT (Dead Weight Ton) kapal Oceania Indonesia
tersebut ?
Jawabannya:
Light Displacement = L x B x light draft x Cb
= 70 x 10 x
0.5 x 0.6
= 210 m³
Load Displacement = L
x B x load draft x Cb
= 70 x 10 x 4
x 0.75
= 2100 m³
DWT = ( Load Displacement – Light Displacement) x 1,025
= ( 2100 –
210 ) x 1,025
= 1937,25
ton.
Oh ya kawan sipil kami juga menyediakan bollard untuk sandaran kapal loh agar kapal tidak terbawa arus ketika bersandar di dermaga.
Penerapan DWT dalam Proyek Dermaga
Saya ingin berbagi sedikit pengalaman pribadi yang cukup
membuka wawasan saya tentang pentingnya perhitungan Dead Weight Tonnage
(DWT). Beberapa tahun lalu, saya terlibat dalam proyek pembangunan dermaga
di sebuah pelabuhan niaga yang cukup sibuk. Dermaga ini dirancang untuk
melayani kapal-kapal berukuran besar yang mengangkut berbagai jenis kargo,
mulai dari bahan konstruksi, kontainer, hingga bahan bakar.
Awalnya, tim desain kami lebih fokus pada kekuatan struktur
dermaga, stabilitas fondasi, dan ketahanan material terhadap air laut. Namun,
ketika tim maritim mulai terlibat, satu hal menjadi sangat jelas: kapasitas
muatan kapal yang akan bersandar harus menjadi salah satu faktor utama dalam
perencanaan. Di sinilah perhitungan DWT menjadi krusial.
Mengidentifikasi Kapasitas Maksimum Dermaga
Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan dermaga
mampu melayani kapal dengan DWT yang bervariasi — dari kapal kecil dengan DWT
5.000 ton hingga kapal besar dengan DWT 100.000 ton. Mengapa ini penting?
Karena kapasitas DWT memengaruhi:
- Kedalaman
Dermaga: Kapal dengan DWT besar membutuhkan draft (sar draft) yang
lebih dalam agar lambung kapal tidak menyentuh dasar.
- Kekuatan
Struktur Dermaga: Saat kapal bersandar, gaya dorong dan tekanan dari
kapal berisi penuh jauh lebih besar dibanding kapal kosong.
- Peralatan
Bongkar Muat: Crane, conveyor, dan alat angkut lainnya harus mampu
menangani beban sesuai dengan kapasitas muatan kapal.
Kami melakukan analisis berdasarkan data spesifikasi
beberapa jenis kapal yang sering beroperasi di pelabuhan tersebut. Untuk setiap
kapal, kami mencatat displacement, lightweight, dan DWT. Berikut adalah contoh
tabel data yang kami gunakan:
Tipe Kapal |
Displacement
(ton) |
Lightweight
(ton) |
DWT (ton) |
Draft
Maksimum (m) |
Kapal Kargo
Kecil |
10.000 |
5.000 |
5.000 |
8,5 |
Kapal Tanker
Sedang |
50.000 |
20.000 |
30.000 |
12,0 |
Kapal Kargo
Besar |
120.000 |
20.000 |
100.000 |
18,0 |
Dari data ini, kami menyadari bahwa jika dermaga hanya
memiliki kedalaman 10 meter, kapal dengan DWT besar tidak akan bisa bersandar
dengan aman. Ini memaksa kami untuk mempertimbangkan peningkatan kedalaman
kolam dermaga menjadi 18 meter agar bisa melayani kapal-kapal besar.
Menghitung Dampak Terhadap Struktur Dermaga
Selain kedalaman, kami juga harus menghitung gaya yang
dihasilkan saat kapal bersandar. Kapal dengan DWT besar memiliki massa yang
lebih besar, sehingga gaya dorong dan tekanan lateral ke dermaga juga
meningkat. Kami menggunakan simulasi beban untuk memprediksi tekanan maksimum
dan memastikan tiang pancang serta struktur atas dermaga mampu menahan beban
tersebut.
Saya masih ingat salah satu insiden yang menjadi pelajaran
berharga. Salah satu proyek sebelumnya mengalami kegagalan struktur karena
tidak memperhitungkan kapal dengan DWT besar. Akibatnya, dermaga mengalami
retak akibat tekanan berlebih, dan perbaikannya memakan biaya besar. Dari situ,
saya benar-benar memahami betapa pentingnya perhitungan DWT sejak tahap desain
awal.
Menentukan Peralatan Bongkar Muat yang Sesuai
Peralatan di dermaga juga harus disesuaikan dengan kapasitas
muatan kapal. Jika kapal membawa kargo dengan DWT 100.000 ton, crane dan
conveyor harus mampu mengimbangi kecepatan bongkar muat tanpa menghambat
operasional. Kami menghitung kapasitas peralatan berdasarkan rata-rata DWT
kapal yang akan bersandar, sehingga produktivitas pelabuhan tetap terjaga.
Dermaga yang Efisien dan Aman
Berkat perhatian yang detail pada perhitungan DWT, dermaga
yang kami bangun berhasil beroperasi dengan baik. Kapal dengan berbagai ukuran
bisa bersandar dengan aman, dan proses bongkar muat berjalan efisien. Hingga
saat ini, dermaga tersebut menjadi salah satu fasilitas pelabuhan dengan
tingkat produktivitas tertinggi di kawasan tersebut.
![]() |
Bollard akapal |
Kami Mahameru Putra Mandiri Perkasa (MPM Perkasa) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang ndustri karet konstruksi serta aksesoris pelabuhan. Kami memproduksi segala jenis produk karet yang beragam dengan kualitas material serta harga yang kompetitif.
Produk yang kami tawarkan mulai dari rubber fender, rubber fender v, rubber fender d, rubber fender m, rubber fender cell, rubber fender cone, rubber fender cylinder, rubber fender square, bantalan jembatan / elastomeric bearing pad, rubber sheet, karet bumper, pelindung loading dock, asphaltic plug binder, deck drain cast iron jembatan, frontal frame fender, bollard dermaga, bitt bollard dermaga, curve bollard dermaga, tee bollard dermaga, expantion joint(karet dilatasi) hingga anchor bolt galvanis.
Semua produk kami memiliki reputasi baik yang terbukti luas dalam menghasilkan produk dengan material karet berkualitas serta layak uji.
Kami juga menyediakan jasa pergantian elastomeric bearing pad atau karet bantalan jembatan, rubber fender serta expantion joint/siar muai.
Mahameru Putra Mandiri Perkasa selalu berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen.
Account Rekening atas nama Perusahaan (bukan atas nama pribadi). Sehingga menjamin keamanan setiap transaksi dengan konsumen.
Informasi dan permintaan penawaran harga terbaik hubungi kami :
Call & WA : 082245923265
-Fajar Achmadi-